Friday, 28 February 2014

Rukun Islam

Rukun Islam terdiri dari :
v  Syahadat
Syahadat berasal dari kata bahasa Arab yaitu syahida, yang artinya ia telah menyaksikan. Kalimat itu dalam syariat Islam adalah sebuah pernyataan kepercayaan dalam keesaan Tuhan (Allah) dan Nabi Muhammad sebagai RasulNya.
Kalimat Syahadat :


Artinya : “Aku besaksi tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”
v  Shalat
Shalat merujuk kepada ritual ibadah pemeluk agama Islam. Menurut syariat Islam, praktik salat harus sesuai dengan segala petunjuk tata cara Nabi Muhammad, sebagai utusan Allah.
Secara bahasa salat berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti, doa. Sedangkan, menurut istilah, salat bermakna serangkaian kegiatan ibadah khusus atau tertentu yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.
Rukun Shalat
1.       Berdiri (bagi yang mampu)
2.       Takbiratul ihram
3.       Membaca surat Al Fatihah pada tiap rakaat
4.       Rukuk dan tuma’ninah
5.       Iktidal setelah rukuk dan tuma'ninah
6.       Sujud dua kali dengan tuma'ninah
7.       Duduk antara dua sujud dengan tuma'ninah
8.       Duduk dan membaca tasyahud akhir
9.       Membaca salawat nabi pada tasyahud akhir
10.   Membaca salam yang pertama
11.   Tertib (melakukan rukun secara berurutan)
v  Zakat
Zakat adalah jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya) menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syarak. Zakat merupakan rukun ketiga dari Rukun Islam. Zakat dari segi prakteknya adalah kegiatan bagi-bagi yang diwajibkan bagi umat islam. Zakat berbeda dengan gratifikasi. Gratifikasi adalah kegiatan bagi-bagi yang tidak diperkenankan oleh negara atau ketentuan pemerintah.
o    Jenis Zakat
#         Zakat fitrah
Zakat yang wajib dikeluarkan muslim menjelang Idul Fitri pada bulan suci Ramadan. Besar zakat ini setara dengan 3,5 liter (2,7 kilogram) makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan.
#         Zakat maal (harta)
Zakat yang dikeluarkan seorang muslim yang mencakup hasil perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak. Masing-masing jenis memiliki perhitungannya sendiri-sendiri.
o    Hak Zakat

#         Yang berhak menerima

·         Fakir
·         Miskin
·         Amil
·         Mu'allaf
·         Hamba sahaya
·         Gharimin
·         Fisabilillah
·         Ibnus Sabil

#         Yang tidak berhak menerima

·         Orang kaya dan orang yang masih memiliki tenaga.
·         Hamba sahaya yang masih mendapat nafkah dari tuannya.
·         Keturunan Rasulullah (ahlul bait).
·         Orang yang dalam tanggungan dari orang yang berzakat.
o    Hikmah Zakat
#         Mengurangi kesenjangan sosial
#         Pilar amal jama'i antara mereka yang berada dengan para mujahid dan da'i
#         Membersihkan dan mengikis akhlak yang buruk
#         Alat pembersih harta dan penjagaan dari ketamakan orang jahat
#         Ungkapan rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan
#         Untuk pengembangan potensi ummat
#         Dukungan moral kepada orang yang baru masuk Islam
#         Menambah pendapatan negara untuk proyek-proyek yang berguna bagi ummat
v  Puasa
Saum secara bahasa artinya menahan atau mencegah. Menurut syariat agama Islam artinya menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hinggalah terbenam matahari, dengan syarat tertentu, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim.
o    Hikmah Puasa
#         Untuk pendidikan/latihan rohani
#         Untuk perbaikan pergaulan
#         Untuk kesehatan
o    Jenis – Jenis Puasa
#         Puasa Wajib
Ø  Puasa Ramadan
Ø  Puasa karena nadzar
Ø  Puasa kifarat atau denda
#         Puasa Sunah
Ø  Puasa 6 hari di bulan Syawal selain hari raya Idul Fitri.
Ø  Puasa Arafah         (tanggal 9 Dzulhijah) (yang tidak menunaikan ibadah haji)
Ø  Puasa Tarwiyah     (tanggal 8 Dzulhijah) (yang tidak menunaikan ibadah haji)
Ø  Puasa Senin dan Kamis
Ø  Puasa Daud (sehari puasa, sehari tidak)
Ø  Puasa 'Asyura (pada bulan muharram), dilakukan pada tanggal 10
Ø  Puasa 3 hari pada pertengahan bulan (Yaumul Bidh), tanggal 13, 14, dan 15
Ø  Puasa Sya'ban (Nisfu Sya'ban) pada awal pertengahan bulan Sya'ban
Ø  Puasa bulan Haram yaitu bulan Dzulkaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab
o    Syarat - Syarat Puasa

Syarat wajib puasa yaitu
      1. Beragama Islam
      2. Berakal sehat
      3. Baligh
      4. Mampu melaksanakannya
                        Syarat sah puasa yaitu
                   1.      Islam
                   2.   Mummayiz
                   3.   Suci dari haid dan nifas
                   4.   Mengetahui waktu diterimanya puasa

o    Rukun Puasa
·  Islam
·  Niat
·  Meninggalkan segala hal yang membatalkan
o    Waktu Haram Puasa
+   Hari raya Idul Fitri, yaitu pada (1 Syawal)
+   Hari raya Idul Adha, yaitu pada (10 Zulhijjah)
+   Hari-hari Tasyrik, yaitu pada (11, 12, dan 13 Zulhijjah)
+   Hari syak, yaitu pada (30 Syaban)
+   Puasa selamanya
+   Wanita saat sedang haid atau nifas
+    Puasa sunnah bagi wanita tanpa izin suaminya
o    Hal - Hal yg Membatalkan Puasa
+   Bersetubuh
+  Masuknya benda ke dalam rongga badan dengan disengaja
+   Muntah dengan disengaja
+   Keluar mani dengan disengaja
+   Haid dan Nifas
+   Hilang akal
+   Murtad
+ Makan dan minum dengan sengaja
o    Orang yang boleh tidak Puasa
Yang wajib qadha' saja
1.     Orang yang sakit, yang ada harapan untuk sembuh.
2.     Orang yang bepergian jauh (musafir) sedikitnya 81 km.
3.     Orang yang hamil, yang khawatir akan keadaannya atau bayi yang dikandungnya.
4.     Orang yang sedang menyusui anak, yang khawatir akan keadaannya atau anaknya.
5.     Orang yang sedang haid (datang bulan), melahirkan anak dan nifas.
6.     Orang yang batal puasanya dengan suatu hal yang membatalkannya selain bersetubuh.
Yang tidak wajib qadha', tetapi wajib fidyah     (bisa berupa makanan pokok 1 mud / 576 g)
1.     Orang yang sakit yang tidak ada harapan akan sembuhnya.
2.     Orang tua yang sangat lemah dan tidak kuat lagi berpuasa.
Yang wajib qadha' dan kifarat
Orang yang membatalkan puasa wajibnya, dengan bersetubuh, wajib melakukan kifarat dan qadha'. Kifarat ialah memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Jika tidak ada hamba sahaya yang mukmin maka wajib berpuasa dua bulan berturut-turut (selain qadha' menggantikan hari yang ditinggalkan), jika tidak bisa, wajib memberi makan 60 orang miskin, masing-masing sebanyak 1 mud (576 gram) berupa bahan makanan pokok.
v  Haji
Haji adalah rukun (tiang agama) Islam yang kelima setelah syahadat, salat, zakat dan puasa. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilaksanakan kaum muslim sedunia yang mampu (material, fisik, dan keilmuan) dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di Arab Saudi pada suatu waktu yang dikenal sebagai musim haji (bulan Zulhijah). Hal ini berbeda dengan ibadah umrah yang bisa dilaksanakan sewaktu-waktu.
Kegiatan inti ibadah haji dimulai pada tanggal 8 Zulhijah ketika umat Islam bermalam di Mina, wukuf (berdiam diri) di Padang Arafah pada tanggal 9 Zulhijah, dan berakhir setelah melempar jumrah (melempar batu simbolisasi setan) pada tanggal 10 Zulhijah. Masyarakat Indonesia lazim juga menyebut hari raya Idul Adha sebagai Hari Raya Haji karena bersamaan dengan perayaan ibadah haji ini.
Secara lughawi, haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi. Menurut etimologi bahasa Arab, kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja. Menurut istilah syara', haji ialah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula. Yang dimaksud dengan temat-tempat tertentu dalam definisi diatas, selain Ka'bah dan Mas'a(tempat sa'i), juga Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Yang dimaksud dengan waktu tertentu ialah bulan-bulan haji yang dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Adapun amal ibadah tertentu ialah thawaf, sa'i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumrah, mabit di Mina, dan lain-lain.
o    Jenis Ibadah Haji
#         Haji ifrad, berarti menyendiri. Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad bila sesorang bermaksud menyendirikan, baik menyendirikan haji maupun menyendirikan umrah. Dalam hal ini, yang didahulukan adalah ibadah haji. Artinya, ketika mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, orang tersebut berniat melaksanakan ibadah haji dahulu. Apabila ibadah haji sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan umrah.
#         Haji tamattu', mempunyai arti bersenang-senang atau bersantai-santai dengan melakukan umrah terlebih dahulu di bulan-bulah haji, lain bertahallul. Kemudian mengenakan pakaian ihram lagi untuk melaksanakan ibadah haji, ditahun yang sama. Tamattu' dapat juga berarti melaksanakan ibadah di dalam bulan-bulan serta di dalam tahun yang sama, tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal.
#         Haji qiran, mengandung arti menggabungkan, menyatukan atau menyekaliguskan. Yang dimaksud disini adalah menyatukan atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak miqat makani dan melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai, meskipun mungkin akan memakan waktu lama. Menurut Abu Hanifah, melaksanakan haji qiran, berarti melakukan dua thawaf dan dua sa'i.
o    Kegiatan Ibadah Haji
   
#         Sebelum 8 Zulhijah, umat Islam mulai melaksanakan Tawaf Haji di Masjid Al Haram, Makkah.
#         8 Zulhijah, jamaah haji bermalam di Mina. Pagi 8 Zulhijah, memakai pakaian Ihram, lalu niat haji, dan membaca Talbiyah. Lalu berangkat ke Mina, dan malam harinya harus bermalam di Mina.
#         9 Zulhijah, paginya pergi ke Arafah. Lalu melakukan Wukuf. Ketika malam, jamaah segera menuju dan bermalam Muzdalifah.
#         10 Zulhijah, setelah pagi, jamaah menuju Mina melakukan Jumrah Aqabah. Lalu mencukur rambut atau sebagian rambut, jamaah bias Thawaf Haji, atau bermalam di Mina dan melaksanakan jumrah sambungan (Ula dan Wustha).
#         11 Zulhijah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
#         12 Zulhijah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
#         Sebelum pulang, jamaah melaksanakan Thawaf Wada' (thawaf perpisahan).
o    Rute Ibadah Haji
o    Lokasia Utama Ibadah Haji

#         Makkah Al Mukaromah

Di kota inilah berdiri pusat ibadah umat Islam sedunia, Ka'bah, yang berada di pusat Masjidil Haram. Dalam ritual haji, Makkah menjadi tempat pembuka dan penutup ibadah ini ketika jamaah diwajibkan melaksanakan niat dan thawaf haji.

#         Arafah

                                        
Kota di sebelah timur Makkah ini juga dikenal sebagai tempat pusatnya haji, yaitu tempat wukuf dilaksanakan, yakni pada tanggal 9 Zulhijah tiap tahunnya. Daerah berbentuk padang luas ini adalah tempat berkumpulnya sekitar dua juta jamaah haji dari seluruh dunia dan selalu meningkat dari tahun ke tahun. Di luar musim haji, daerah ini tidak dipakai.

#         Muzdalifah

                                        
Tempat di dekat Mina dan Arafah, dikenal sebagai tempat jamaah haji melakukan Mabit dan mengumpulkan bebatuan untuk melaksanakan ibadah jumrah di Mina.

#         Mina

                                        
Tempat berdirinya tugu jumrah, yaitu tempat pelaksanaan kegiatan melontarkan batu ke tugu jumrah sebagai simbolisasi tindakan nabi Ibrahim ketika mengusir setan. Dimasing-maising tempat itu berdiri tugu yang digunakan untuk pelaksanaan: Jumrah Aqabah, Jumrah Ula, dan Jumrah Wustha. Di tempat ini jamaah juga diwajibkan untuk menginap satu malam.

#         Madinah

                                        
Adalah kota suci kedua umat Islam. Di tempat inilah panutan umat Islam, Nabi Muhammad SAW dimakamkan di Masjid Nabawi. Tempat ini sebenarnya tidak masuk ke dalam ritual ibadah haji, namun jamaah haji dari seluruh dunia biasanya menyempatkan diri berkunjung ke kota yang letaknya kurang lebih 330 km (450 km melalui transportasi darat) utara Makkah ini untuk berziarah dan melaksanakan salat di masjidnya Nabi. Lihat foto-foto keadaan dan kegiatan dalam masjid ini.
o    Tempat Bersejarah
Berikut ini adalah tempat-tempat bersejarah, yang meskipun bukan rukun haji, namum biasa dikunjungi oleh para jemaah haji atau peziarah lainnya  :

+   Jabal Nur dan Gua Hira

                                 

+   Jabal Tsur

                                 

+   Jabal Rahmah

                                 

+   Jabal Uhud

                                 

+   Makam Baqi'

                                 

+   Masjid Qiblatain